Pages

Tragedi Mina

"Turut berduka cita kepada seluruh korban yang meninggal atas tragedi Mina..."
Kata-kata ini sering saya dengar akhir-akhir ini di hampir semua media audio, audio visual dan sosial media..
Benarkah kita harus berduka cita atas kematian mereka? kematian mereka di tanah suci? bukankah mereka berpeluang menjadi syahid?
Laa haula wa laa quwwata illa billah...
Kalau boleh jujur...saya malah ingin menjadi salah satu dari mereka..
Meninggal dunia di tanah suci saat menjalankan ibadah suci dan semoga jasad dan arwah akan disucikan oleh-Nya....

Cinta yang Sulit

Sangat sulit ketika kita membenci orang yang seharusnya kita cintai dan mencintai orang yang seharusnya kita benci...
Salahkah aku atau cinta atau Pemberi cinta?
Aku dan cinta tak akan pernah salah tempat...
apalagi Pemberi cinta, tak mungkin salah menempatkan cinta..
Hanya ada satu kesimpulan...Cinta adalah Cobaan hidup
Harus pandai-pandai mengelolanya...
Ia bisa tumbuh menjadi pohon rindang yang memberikan kesejukan dan keteduhan hati...
ataupun bisa tumbuh menjadi benalu yang menjalar tak terkendali di dalam diri...

Feeling of Sorrow



it's always be a mistery...tomorow
sometimes i dificult to follow...
and make piece of sorrow...
it's seems like black shadow...
that i can't show...
and tell it's how...
how it make me mellow...
and I keep trying to write the story on text below…
story like “ Deathly Hollows”…
Or Captain Jack Sparrow…
That can bringing up me and make my pain going to low…

By Ririn Widiyastuti

Aku Mencintaimu Dalam Diam



Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.

Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna sesuai firman-Nya.

Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.

Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.

Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.

Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalamn keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?

Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakan hatimu untukku.

Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana.
Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.

Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.

Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika n hati hamba-Nya.

“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku


PROKER LITBANG IMASASI 2015


Program Kerja Divisi Penelitian dan Pengembangan 2015

1.      Membuat majalah “ Arabiah Baina Aidina” setiap 6 bulan sekali.
2.      Membuat artikel/bulletin Arabina bulanan.
3.      Bekerja sama dengan Dana Usaha untuk menjual dan mendistribusikan majalah dan bulletin IMASASI.
4.      Bekerja sama dengan Divisi Bahasa dan Budaya dalam mengadakan pelatihan IT, Kunjungan Keilmuwan/Kebudayaan dan kepenulisan/kejurnalistikan untuk seluruh anggota IMASASI (wajib untuk anggota Divisi Litbang) minimal 2 kali dalam masa kepengurusan.

Note For My Best Friend


Dear my best friend Almarhumah Anita Wulandari 

Masih ingatkah kamu akan percakapan terakhir kita sebelum kau meninggalkanku untuk selama-lamanya kawan?
Ya...aku yakin kau masih ingat.

Aku???

Aku tak akan pernah melupakannya.
Dan kepergianmu yang tak terduga meleburkannya.
Hey....ternyata kini kusadari leburan memori itu tersusun kembali.
Kota itu merayuku...kotamu memanggilku kawan...
sayup-sayup ku dengar rayuannya...
merayuku untuk datang kepadanya.
InsyaAllah...aku akan datang.

Ada ataupun tidak dirimu disana..aku akan tetap datang...
Ingin kuhirup dan kurasakan sepuasnya atmosfer kotamu, agar bisa kurasa hadirmu lagi.
Akan kupenuhi paru-paruku dengan atmosfer kotamu..untuk meleburkan rindu yang mencengkeram jantungku.
I miss you so much
Yours
Ririn Widiyastuti

Note For My Best Friend 2


Dear sahabatku Anita (almarhumah)
-semoga kau tenang disana-

Waktu bergulir terlalu cepat ya. Tak terasa hampir 2 tahun kulalui tanpa hadirmu.Oh bukankah sebelumnya 3 tahun kita tak bertemu ya.
Tenang saja...aq sudah terbiasa tanpa hadirmu. Namun, 2 tahun ini kulalui tanpa sapaan dan berbagi denganmu. Nah, itu yang berbeda dan itu pula yang menyakitkan.


Perlahan, ku mulai terbiasa tanpa itu semua,
Perlahan, ku mulai bisa menerima pergimu
Dan perlahan pula, aq belajar move on menjalani sisa hidupku.
Mengejar matahari sendirian.
Sampai ada seseorang datang dan memintaku menjadi co-pilot seumur hidupnya.

Apa kau tahu bagaimana ku lalui tahun-tahun kepedihan itu?
Dengan belajar. Belajar ilmu-ilmu pengetahuan yang menjadikanku semakin haus akannya.
Belajar menerima ketidak-abadian dan menguatkan diri jika bertemu dengannya.
Belajar menantang hidup yang tak dilalui orang kebanyakan.
Ah...ternyata selama ini kau tak pergi. Kau disisiku namun pada dimensi lain yang tak dapat kulihat.
Namun kau ada dalam semua proses pembelajaranku.
Kau tak benar-benar pergi dariku bukan? 

Yours

Ririn

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About


About

Blogger templates

Powered by Blogger.

Wikipedia

Search results

Translate