Dear Anita (yarhamuhallah)
Hmmm...3 tahun lebih kulalui tanpamu, namun rasa
kehilangan akan hadirmu nyaris tak pernah lenyap dari sadar dan tak sadarku.
Air mataku selalu menumpahkan cairan rindu yang tak pernah terobati ini.
Aku senang kau hadir dalam mimpiku beberapa
malam yang lalu. Ah...kau selalu datang kala aku benar-benar 'sendirian' di
dunia ini. Kembali menggenggam erat tanganku. Menumpahkan segenap ingatan
tentang kita. Tentang saat dimana aku menghadapi kondisi yang berat. Tentang
saat dimana kita saling menumpahkan air mata, merasakan pedih salah satu
diantara kita.
Kau tahu...beberapa waktu terakhir adalah
saat-saat terberatku, namun kehilanganmu adalah saat-saat yang lebih berat
lagi. Lalu kusadari saat-saat terberat ini tak terasa lagi. Dan kusadari bahwa
kehilanganmu adalah cara unik dari tuhan menyadarkanku untuk menyadarkanku agar
selalu bangkit dari terpuruknya keadaan.
Lubang hitam itu selalu ada...dan berusaha
menyedot kita ke dalamnya...namun, hanya jika kita mengizinkan.
i miss you so much...

0 komentar:
Post a Comment